BLOG

BLOG



Impor dari China Terlambat Karena Virus Corona, Saatnya Beralih ke Produksi Lokal

Sejak akhir Desember 2019 muncul di berita tentang penyebaran Virus Corona di Wuhan, China. Penyebaran ini ternyata tidak berhenti sampai akhir Februari 2020 ini. Apa saja dampaknya bagi Indonesia? Salah satunya adalah proses impor dari China dan ekspor dari China yang terhambat.

Apa dampak Virus Corona bagi perekonomian?

Setelah menelusuri beberapa forum, kami menemukan hal yang serupa. Banyak pedagang yang mengeluhkan barang dari China sudah beberapa bulan tidak masuk dan persediaan barang mulai menipis. Banyak pabrik China yang menyatakan akan kembali beroperasi kembali Februari 2020, sejak Januari 2020 kemarin. Kenyataannya, per hari ini malah semakin banyak pabrik yang menyatakan estimasi beroperasi kembali akhir Maret 2020.

Banyak order online di marketplace pun terpaksa dibatalkan karena barang tidak kunjung dikirim. Satu per satu barang di etalase diubah menjadi kosong. Akibatnya para importir terpaksa mengambil barang dari toko lokal. Hal ini disebabkan karena stockist lokal atau distributor lokal sudah mengambil margin / keuntungan. Beberapa brand yang memproduksi barang yang sama di Indonesia dan di China juga mempunyai perbedaan harga signifikan. Mengapa demikian? Ini akan dibahas pada artikel lainnya :) 

Barang-barang import menjadi langka. Akibatnya sesuai dengan hukum supply demand, penjual-penjual yang masih memiliki persediaan atau stok barang tersebut menaikkan harga. Harga barang import dari China menjadi mahal.

Beberapa pedagang pesimis akan kondisi market lokal. Memang sudah sejak lama banyak negara seperti Indonesia tergantung dengan keberadaan barang impor dari China. Pabrikan lokal pun belum tentu bisa membuat barang yang 100% produksi lokal. Misal pabrikan barang elektronik yang membuat handphone, walaupun di Indonesia dapat memproduksi casing, layar, keypadnya, bisa jadi battery dan sebagian komponen elektronik di dalamnya masih berasal dari China.

Bukan hanya barang yang kompleks seperti barang elektronik. Industri fashion pun terpengaruh oleh issue Virus Corona ini. Per hari ini, masih banyak produsen "fashion lokal" yang melakukan import dalam jumlah besar dari China. Barang yang saat ini banyak diimport antara lain hijab, gamis, sajadah, baju anak, baju pria, baju wanita. Selain itu banyak juga yang melakukan import tas, pouch, dan lain-lain. Import dari China memang semakin mudah dari tahun ke tahun, karena minimum order yang diterapkan semakin sedikit. Beberapa brand yang memproduksi tas kulit lokal pun misalnya, tetap membutuhkan buckle dan aksesoris tas import dari China. Lebaran kali ini terancam situasi dimana brand atau penjual barang tidak memiliki barang untuk dijual.

Apakah ini sebuah ancaman? Atau ini sebuah kesempatan?

Untuk kamu yang memproduksi produk dengan material lokal dan finishing lokal seperti di Shrelo, kamu harus melihat ini sebagai sesuatu yang positif. Artinya saat menjelang hari raya, barang-barang import akan langka atau harganya naik. Di saat seperti inilah brand kamu memiliki kesempatan lebih baik.

Buat perencanaan lebih baik lagi. Siapkan desain baru kamu, buat produk lebih awal. Promosi lebih awal, karena kamu punya keunggulan dimana barang kamu tetap bisa siap jual.

Saya usaha dropship barang-barang import, bagaimana cara saya mengisi etalase saya yang kosong?

Yang namanya usaha, tidak ada satu produk yang trendnya abadi. Ada pager yang tergantikan handphone. Ada bioskop yang tergantikan streaming service. Ada uang kertas yang tergantikan uang digital. Jika saat ini kamu menjual kosmetik import dari China, mungkin sementara kamu bisa buat pouch make up dengan desain kamu sendiri. Jika saat ini kamu berjualan barang-barang bayi dan anak-anak dari China, mungkin sudah saatnya kamu coba buat barang-barang bayi unik kreasimu sendiri. Jika saat ini kamu berjualan scarf atau gamis import, kamu bisa produksi juga di kami.

Selalu bersikap positif dan berani mencoba hal baru. Jangan menyerah guys... kamu pasti bisa!

...Untuk kamu di luar sana, tetap jaga kesehatan. Semoga situasi Virus Corona ini dapat dihadapi dengan baik.