BLOG

BLOG



Cara Membuat Usaha Kuliner Ramai dan Viral

Baru buka usaha kuliner? Keren! Atau sudah buka lama tapi gitu-gitu saja? Hmmmm... Ini nih yang kamu perlu tahu. Beberapa tahun belakangan ini banyak orang yang meninggalkan kerjaan formal kantoran, untuk memulai usaha sendiri. Salah satu usaha yang paling banyak dirintis adalah usaha kuliner. Argumennya biasanya karena orang selalu butuh makan.

Berbagai usaha dilakukan untuk membuat restaurant viral, dari pasang foto di Instagram, beli like Instagram, beli follower Instagram, beli Google Review bohongan (ya ya... saya tahu kok kamu gitu... wkwkwk), dan masuk ke situs pencarian restaurant seperti Zomato dan Qraved.

Masalahnya, yang buka usaha kuliner sudah banyak sekali. Semua tampilan foto di dunia digital yang kamu boost sulit banget mendapat "organic reach". Semua-semua serba serupa. Nggak percaya? Nih contohnya, kalau dicari keyword "ayam goreng", hasilnya kurang lebih seperti ini.

Perhatikan, foto-foto itu sudah serupa satu sama lain, kondisi ini sering disebut sebagai "clutter", Akibatnya, apa yang kamu post di social media hanya dilihat sekilas oleh pemirsanya. Postingan seperti ini tidak menghasilkan interaksi, apalagi jualan.

Berbagai cara dilakukan oleh pemilik bisnis kuliner untuk "memaksa" konsumennya membuat posting di Instagram. Misalnya, membuat post mengenai restaurannya dan memberikan discount khusus jika sudah melakukan post dan tag. Cara ini lumayan efektif pada beberapa case, yaitu jika konsumennya adalah segmen market "pengejar discount". Mau tahu siapa follower kaum "pengejar discount" itu? Yak benar sekali, sesama "pengejar discount".

Sebenarnya ada cara lain bagi pemilik usaha kuliner untuk membuat usaha kulinernya viral, yaitu dengan memberikan "gimmick" / merchandise / suvenir ke customernya. Misalnya, untuk pembelian paket tertentu, atau belanja dengan jumlah tertentu, maka pembeli akan mendapatkan souvenir khusus.

"Ah nggak juga min, saya pernah buat yang gitu, tapi tetap ga berhasil!"

Eits, tunggu dulu, suvenir apa yang kamu berikan? Pensil? Gantungan kunci? Ballpoint? Ya iya lah.... souvenir barang generic begitu, tidak akan membuat restaurant kamu viral. Pensil? Yah itu cuma ditaruh di dekat dapur, buat nulis daftar belanja. Gantungan kunci? Bo, siapa yang mau pakai logo restaurant kamu, pasang di tas backpacknya yang bermerk? Paling buat kunci rumah doang, tidak ada exposurenya sama sekali!

Suvenir untuk customer zaman now, haruslah sesuatu yang unik, yang tidak biasa, yang bisa jadi bahan pembicaraan dengan kelompoknya. Buatlah sesuatu yang unik, yang kalau ada orang dapat, dia bisa post, atau orang lain lihat, dan mereka bertanya, "....mau donggggg beli di mana ini?". Dan jawabannya.... "...tidak beli, tapi makan di resto ikan bakar XYZ minimal Rp 500,000 dapat pouch ini...". Benar, ciptakan kelangkaan sehingga calon konsumen baru kamu harus makan di resto kamu.

Mau lihat contoh produk unik yang bisa kamu buat?

Pouch bentuk ikan, unik banget dan sedang viral

 

Instagram-able kan? Gile lu ndro, jangan dibandingin sama gantungan kunci dan pin custom yang pernah kamu buat berapa tahun yang lalu.

Terus bikin boneka ikan goreng, buat yang punya restaurant sunda atau saung. Sisi satunya bisa kamu kasih logo restaurant kamu. Selain unik buat digemes-gemesin, ini bagus juga buat prank, atau buat teman makan di tanggal tua.